Dalam
rangka menyambut tren pendidikan global di era digital, PT Microsoft Indonesia mengadakan
kegiatan Skype-a-Thon from Totonto
Canada #MakeWhatsNext Kegiatan ini melibatkan 52 sekolah tersebar di
Indonesia dan 1 sekolah Indonesia Luar Negeri (Malaysia) dengan total peserta ±
2000 guru dan siswa yang akan berkolaborasi serentak secara virtual menggunakan
Skype dan mengundang para guru inovatif
Microsoft untuk menjadi perwakilan Indonesia dalam ajang pertemuan
Internasional Educaor Expert di Torondo, canada sebagai narasumber.
Di era
digital sekarang guru dan siswa perlu beradaptasi dengan sistem pembelajara
abad 21 berbasis teknologi, karena teknologi memainkan peran yang penting dalam
penerapan sistem pembelajaran abad 21. Untuk sukses di era berbasis informasi
dan teknologi, siswa perlu membangun kapabilitas mereka dalam bidang STEM ( Science, Tecnoology,Enginering and
Mathemtics ). Selain siswa. Guru
juga memiliki tantangan yang lebih luas,tak hanya menyampaikan pelajaran sesuai
kurikulum, namun juga bagaimana dapat membentuk karakter -karakter siswa yang
dapat bersaing di masa depan dan mampu beradaptasi dengan baik di era digital.
Guru juga memiliki tantangan untuk menyesuaikan diri dengan siswa yang lahir
sebagai digital vative, gurupun dituntut untuk “melek” teknologi dan memberikan
pengajaran terhadap akses komputer dan teknologi kepada siswa sejak dini ungkap
Rima Artha Manurung selaku teacher Ambasador
Microsoft
Sebagai
guru di era digital saat ini, banyak sekali inovasi yang bisa dijalankan oleh
guru dengan bantuan teknologi. PT Microsoft Indonesia saat ini berusaha
memberikan pelajaran bahwa teknologi dapat berperan penting dalam berbagai sektor
kehidupan masyarakat, Skype-a-thon merupakan salah satu contoh mampu
menghubungkan ruang kelas dari berbagai lokasi sehingga mendorong terjadinya
proses belajar mengajar tanpa batasan uang dan waktu. SMPN 2 Pangsid yang berada di
kab. Sidenreng Rappang Propinsi Sulawesi Selatan terlibat dalam kegiatan
ini berkat dukungan semua pihak terutama pimpinan sekolah (Agus Salen) yang
sejak adanya surat dari PT Microsoft saa langsung diperintahkan untuk
mempersiapkan segala kebutuhan, selain itu juga dukungan dari siswa sangat
tinggi terlihat banyaknya siswa yang mau mendatar untuk ikut kegiatan ini.
Peserta pada kegiatan ini selain siswa dan guru dari SMPN 2 Pangsid, juga ada
peserta dari perwakilan sekolah yang ada di Kab. Sidenreng Rappang. Jadi jumlah
peserta Skype-a-Thon di SMPN 2 Pangsid sekitar 70 peserta. Yang terdiri dari
siswa dan guru
Seluruh
warga SMPN Pangsid mengapresiasi dan
mendukung kegiatan Skype-a-thon yang dilaksanakan oleh Microsoft Indonesia
karena dapat membuka kesempatan yang lebih besar bagi para guru dan siswa untuk
mengenal dan mempelajari kemapuan berpikir komputasi dengan cara menyenangkan,
dan ami berharap ke depannya semakinbanyak guru yang terinspirasi untuk
berinovasi menggunakan teknoligi dalam proses mengajar mereka
Merupakan
kehormatan bagi kami telah terpilih untuk berpartisipasi dalam kegiatan
Microsot Skype-a-thon. Hal ini merupaka bukti bahwa guru, sta dan siswa kami
memiliki peran yang besar dalam menciptakan lingkungan belajar dan mengajar ang
terbaik bagi para siswa. Kami ingin membagi pengalaman ini dengan sekolah lain
yang ada di wilayah kami ( Sidenreng Rappang) dan juga sekolah-sekolah yang ada
di Indonesia supoaya mereka dapat juga mengetahui cara-cara inovatif yang dapat
membekali para siswa dengan – perangkat yang tepat untuk dapat sukses di dalam
dan di luar negeri ungkap mansur




Tidak ada komentar:
Posting Komentar